ANALISIS BREAKDOWN DRIVE SYSTEM MENGGUNAKAN FAILURE METHOD EFFECT ANALYSIS DI PT LATINUSA, TBK CILEGON

Authors

  • Endra Setyawan Universitas Bina Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.46306/sm.v1i1.6

Keywords:

Reliability, FMEA, Drive, Operation, Maintenance

Abstract

Persaingan usaha dunia semakin memberikan tantangan ketat bagi perusahaan untuk menjalankan bisnisnya secara berkelanjutan dan meminimalisir gangguan yang terjadi selama proses produksi berjalan. FMEA adalah teknik evaluasi keandalan sistem untuk menentukan efek kegagalan sistem. Metode analisis dalam desain FMEA digunakan untuk menghitung nilai RPN (nomor prioritas risiko). Berdasarkan rpn perhitungan, nilai RPN tertinggi adalah DC Motor, modul Command, controller module I dan sistem mekanik. Nilai RPN untuk keempat faktor ini masing-masing dalam 1356, 1024, 1020 dan 640. Total nilai RPN untuk item keempat mencapai 78,54% dari total nilai semua item penggerak kontrol RPN yang mencapai 5144. Proses penggantian DC Drive System menjadi Sistem Penggerak AC yang akan dilakukan untuk memastikan kelangsungan operasi dan meningkatkan kualitas tinplate. Penggantian akan membutuhkan investasi besar oleh karena itu diperlukan untuk meninjau secara mendalam berbagai aspek, terutama terkait dengan aspek ekonomis, dan risiko pasar

References

Assauri, S. 2008. Manajemen Produksi dan Operasi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta

Avtron Industrial. 2006. AC vs DC Digital Drives. London

Ebeling, CE. 1997. An Introduction to Reliability and Maintainability Engineering. Mc Graw Hill, New York.

Heizer, Jay & Render, Barry. 2010. Operations Management, Prentice Hall Inc

Higgins, L R. 2001. Maintenance Engineering Handbook. Mc Graw Hill, New York.

Levitt, J. 1997. The Handbook of Maintenance Management. Industrial Press. New York.

Mannesmann Demag Sack. 1983. Operating and Maintenance Electrolytic Tinning Line Volume 1. Germany.

Mannesmann Demag Sack. 1983. Operating and Maintenance Electrolytic Tinning Line Volume 2. Germany.

Siemens. 1985. Instruction Manual Electrical Equipment Volume 1. Erlangen, Germany.

Tampubolon, P. 2004. Manajemen Operasional. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Stunell Technology Limited. 2007. Failure Method Effect Analysis (FMEA). United Kingdom.

Yaskawa Magnetic AC Inverters and AC Inverters Drives. Japan

Assauri, S. 2008. Manajemen Produksi dan Operasi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta

Avtron Industrial. 2006. AC vs DC Digital Drives. London

Ebeling, CE. 1997. An Introduction to Reliability and Maintainability Engineering. Mc Graw Hill, New York.

Heizer, Jay & Render, Barry. 2010. Operations Management, Prentice Hall Inc

Higgins, L R. 2001. Maintenance Engineering Handbook. Mc Graw Hill, New York.

Levitt, J. 1997. The Handbook of Maintenance Management. Industrial Press. New York.

Mannesmann Demag Sack. 1983. Operating and Maintenance Electrolytic Tinning Line Volume 1. Germany.

Mannesmann Demag Sack. 1983. Operating and Maintenance Electrolytic Tinning Line Volume 2. Germany.

Siemens. 1985. Instruction Manual Electrical Equipment Volume 1. Erlangen, Germany.

Tampubolon, P. 2004. Manajemen Operasional. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Stunell Technology Limited. 2007. Failure Method Effect Analysis (FMEA). United Kingdom.

Yaskawa Magnetic AC Inverters and AC Inverters Drives. Japan

Downloads

Published

2021-06-30